Promo Pena

Penyaluran BSPS di Muna Belum Tepat Sasaran?

PENASULTRA.ID, MUNA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI beberapa tahun terakhir ini telah mengeluarkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) diseluruh Indonesia dan memiliki Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

Promo Pena

Sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 7/PRT/M/2018 tentang pedoman pelaksanaan BSPS, yang bertujuan terbangunnya rumah yang layak huni oleh MBR.

Program tersebut diharapkan dapat diimplementasikan dengan baik dan merata hingga ke seluruh wilayah di Indonesia. Namun apa jadinya, jika harapan Kemen PUPR RI itu, di daerah justru tidak tersalurkan dengan benar.

Di daerah, program BSPS atau yang lebih dikenal dengan bedah rumah tersebut masih saja ditemukan MBR yang yang tidak tersentuh bantuan tersebut.

Seperti halnya yang dirasakan Sitti Karyawati alias Wa Nota warga RK I, Desa Lasunapa, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, Provinsi Sukawesi Tenggara (Sultra) ini.

Padahal wanita yang berprofesi sebagai tenaga honorer di kantor kecamatan setempat, masih tinggal dalam rumah gubuk yang terbuat dari papan dan beratapkan rumbiah. Wa Nota mestinya masuk dalam MBR yang memiliki RTLH.

“Sudah banyak kalimi saya ajukan biar rumah saya dibedah, tapi sampai hari ini belum ada. Alasannya karena saya pegawai, padahal kasian saya hanya tenaga pengabdi di kecamatan. Akhirnya bantuanku dialihkan sama orang lain,” keluh Wa Nota, Senin 2 November 2020.

Pena Maulid

Sadar jika dirinya tidak dapat bantuan rumah, lantaran gubuk yang kondisinya kini mulai nampak reot itu dibangun diatas lahan milik keluarganya.

Janda beranak satu itupun berupaya membangun pondasi diatas tanah warisan orang tuanya sebagai bentuk swadayanya. Dari hasil jualan sayur yang didagangkan keliling, disisihkan setiap harinya. Wanita yang ditinggal cerai oleh suami sejak 10 tahun silam itu, akhirnya dapat mewujudkan niatannya tersebut.

Pondasi telah terbangun, namun harapan untuk memperoleh bantuan bedah rumah, lagi-lagi belum berpihak kepadanya.

“Sudah lamami juga saya bangun pondasi, tapi belum dikasi juga, nanti bulan empat tahun depan lagi kata yang urus bedah rumah sama saya,” bebernya.

Apa yang dialami Wa Nota tidak jauh berbeda yang dirasakan Hasna yang juga warga RK I Desa Lasunapa, Kecamatan Duruka. Hasna juga masuk kategori MBR dan memiliki RTLH.

Informasi yang dihimpun awak media ini, 20 unit bantuan bedah rumah tahun 2020 yang dialokasikan di Desa Lasunapa, semuanya hanya salurkan di RK empat desa setempat, semenatar tiga RK lainnya tidak kebagian.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Muna La Taha saat dikonfirmasi via telepon selulernya tidak dapat terhubung.

Penulis: Sudirman Behima
Editor: Bas

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.