Promo Pena

IRT di Muna Diduga Jadi Korban Penipuan BMT Muamalah Sejahtera

PENASULTRA.ID, MUNA – WR (43) ibu rumah tangga (IRT) warga Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga menjadi korban penipuan yang dilakukan pihak BMT Muamalah Sejahtera cabang Raha.

Promo Pena

Pasalnya, uang tabungan sebesar Rp 150 juta yang disimpan di lembaga yang bergerak dibidang keuangan mikro Syariah sejak Maret 2018 lalu itu raib.

Pantauan awak media ini, kantor BMT Muamalat Sejahtera yang menyewa salah satu rumah warga di bilangan jalan Lumba Lumba, Kelurahan Laiworu, Kecamatan Batalaiworu tersebut kini telah tutup.

WR mengungkapkan, ia pertama kali menjadi nasabah di BMT Muamalah Sejahtera yang dipimpin oleh Abdul Rahim dimulai 6 Februari 2018.

Ia mengaku, dengan iming-iming bunga yang tinggi serta bagi hasil 50 persen, dirinya mulai menabung sebesar Rp 50 juta pada Maret 2018 sebesar dan kembali menabung Rp100 juta pada Mei tahun yang sama disertai bukti bermaterai.

Awalnya kata WR, ia memperoleh bunga Rp1,7 juta perbulan. Berlangsung kurang lebih setahun, tabungan Rp50 juta jatuh tempo. Namun truknya, saat majukan permohonan untuk mengambil simpanan pokoknya, bendahara BMT Muamalah Sejahtera Rosnawati berkelik, uang simpanan WR tengah berada di perusahaan tanpa menyebutkan perusahaan yang dimaksud.

“Saya mulai tanya lagi Ros, dia bilang bayar-bayarkan di kantor, saya tidak tau kantor apa yang dimaksud. Lalu saya bilang, kenapa bayarkan pake uangku? saya tidak mau tau uangku saya mau ambil. Sudah sering saya pergi sama dia (Ros) alasannya begitu-begitu terus, jadi sampe hari ini tidak solusi dan dikemanakan uangku,” ungkap WR pada awak media menirukan percakapannya dengan bendahara BMT Muamalah Sejahtera Raha, Kamis 30 Juli 2020.

Pena Maulid

Kejadian yang menimpanya sempat diadukan di Mako Polres Muna beberapa waktu lalu dengan harapan pihak BMT Muamalah Sejahtera dapat mengembalikan uang miliknya.

Namun sayang, harapan WR belum terjawab, kantor BMT Muamalah Sejahtera kini tutup tak ada aktifitas lagi dan uang pokok Rp150 juta hasil jeripayahnya pun ikut lenyap.

Tak berpatah arang, ibu dua anak itu kerap menghubungi mantan bendahara BMT namun lagi-lagi tak ada solusi. Melihat kondisi itu, ia berencana kembali mayambangi Mako Polres Muna guna melaporkan ihwal yang menimpanya.

Kendati kantor BMT Mu’amalah Sejahtera cabang Raha telah tutup, masih ada secercah harapan buat WR, bendahara serta beberapa mantan karyawan BMT masih berdomisili di Kota Raha untuk mempertanggungjawabkan serta dimintai keterangannya.

“Saya akan laporkan kejadian ini ke Polisi. Bendahara dan beberapa orang karyawan BMT rata-rata tinggal di Raha dan memang rata-rata mereka sudah pindah kerja,” bebernya.

Nasib yang dialami WR diduga kuat juga dirasakan nasabah BMT Muamalah Sejahtera cabang Raha lainnya.

Penulis: Sudirman Behima
Editor: Bas

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.